Informasi Dunia Pendidikan
Tari  

Ulasan Tari Ratoh Jaroe Berasal dari Daerah Aceh dan Sejarahnya

Tari ratoh jaroe berasal dari daerah serambi mekah alias Aceh. Meskipun pada saat diciptakannya, tarian ini dibuat di Jakarta oleh seorang perantauan Aceh. Asal tari ratoh jaroe dinilai baru dalam dunia tari kreasi tradisional Aceh.

Ratoh jaroe bermakna sebuah keceriaan yang dialami oleh para penari yang mewakili masyarakat Aceh. Meski terbilang baru, kepopuleran tarian ini cukup tinggi. Berikut ini adalah ulasan singkatnya.

Sejarah Ratoh Jaroe

1.     Diciptakan Oleh Perantauan

Sejarah tari ratoh jaroe merupakan sebuah tarian yang diciptakan oleh seorang perantauan yang bernama Yusri Saleh. 

Yusri Saleh memiliki nama lain Dek Gam dan awal mulanya diciptakan pada sekitar tahun 2000-an. Meskipun tarian Aceh, tarian ini gerakannya diciptakan saat Yusri Saleh berada di Jakarta.

2.     Merupakan Tari Kreasi

Mengingat tarian ini adalah sebuah tarian yang baru, maka asal tari ratoh jaroe disebut sebagai tari kreasi. Gerakan tarian ini diambil dari tari tradisional Aceh yang bernama Likok Pulo. Yusri Saleh kemudian memodifikasi tariannya sehingga tercipta tariah Ratoh Jaroe.

3.     Terinspirasi dari Hidup Perantauan

Alat musik yang menjadi awal mula terciptanya ratoh jaroe adalah alat musik bernama rapai. Alat musik ini dipercaya bisa membawakan keberuntungan saat seseorang yang berasal dari Aceh pergi ke perantauan. Yusri Saleh menciptakan ratoh jaroe saat merantau ke Jakarta.

4.     Mengembangkan Tarian Ratoh Jaroe

Kemudian, Yusri Saleh pun mulai mengembangkan tarian ratoh jaroe. Dia menjadi seorang koreografer yang handal dan ditunjuk oleh pemerintah Aceh untuk bisa memimpin parade yang ada di Taman Mini Indonesia Indah. Kemudian, dia pun menyebarkan tarian ini ke anak didiknya.

5.     Berkembang di Sekolah

Tarian ratoh jaroe dinilai sangat menarik oleh banyak orang. Karena ceria, ratoh jaroe banyak diminati oleh anak-anak sekolah. Akibatnya, banyak sekali ekstrakulikuler di sekolah yang mengajarkan tarian ratoh jaroe. Meskipun bukan di Aceh, tarian ini tetap populer dan berkembang pesat di sekolah.

Karena terpusat di TMII yang ada di Jakarta, tarian ratoh jaroe awalnya malah lebih populer dan berkembang di Jakarta, bukan di Aceh. 

Banyak sekali festival dan parade kesenian yang membawakan tarian ratoh jaroe tanpa berpasangan karena mengundang banyak antusiasme dari audiens.

Makna Tari Ratoh Jaroe

1.     Membangkitkan Semangat

Ratoh jaroe menjadi tarian yang dikenal untuk membangkitkan semangat. Makna ini datang dari gerakan tari yang cukup menggebu-gebu mulai dari bagian tengah lagu yang dinyanyikan. Semangat ini ditujukan untuk para wanita Aceh agar bisa bangkit dan hidup lebih baik.

2.     Menampilkan Kekompakan

Tanpa kekompakan, tarian ratoh jaroe tidak bisa dilakukan dengan baik. Pasalnya, tarian ini melibatkan lebih dari tiga penari dalam sekali pertunjukan. 

Penari akan duduk berjajar secara horizontal dan menampilkan gerakan yang membutuhkan kerjasama tingkat tinggi. Tanpa kekompakan, tarian akan berantakan dan gagal.

3.     Wanita Aceh Ekspresif

Yang paling penting adalah tarian ratoh jaroe ini ingin menunjukkan bahwa wanita Aceh adalah kelompok wanita yang ekspresif. Hal ini disampaikan melalui nyanyian ratoh jaroe yang dilantunkan sepanjang tari. 

Liriknya cukup meledak-ledak dan disampaikan dengan lantang oleh semua penari yang duduk berbaris.

4.     Pujian Kepada Tuhan

Ratoh jaroe adalah tarian yang dilakukan sambil melantunkan pujian dan dzikir kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini sekaligus menggambarkan rasa syukur yang tidak terkira. 

Doa dan pujian ini disampaikan hampir di seluruh bait lagu dengan bahasa Aceh. Penyanyinya adalah semua penari ratoh jaroe.

Gerakan Tari Ratoh Jaroe

1.     Gerakan Pertama

Gerakan pertama dilakukan saat penari masuk ke area atau panggung pertunjukan. Penari akan membuat barisan dan terdiri dari dua bagian barisan. Keduanya akan berdiri di samping sisi kiri dan kanan. Kemudian, mereka masuk untuk langsung duduk sambil melakukan salam ke para penonton.

2.     Bumpempeng

Gerakan yang satu ini dilakukan dengan cara duduk dan berjejer. Gerakan bumpempeng dilakukan dengan hitungan 1×8 dan diulang sebanyak 6 kali. Saat gerakan bumpempeng dimulai, maka semua penari akan melakukannya dalam tempo yang serentak.

3.     Jaku Timang

Jaku timang merupakan gerakan yang alunan syair yang dimulai pada bagian pertengahan di pertunjukan ratoh jaroe. Gerakan yang satu ini menghadirkan harmoni di antara para penari dan menggambarkan semangat yang berkobar di antara masyarakat Aceh itu sendiri.

4.     Lilahoyan

Gerakan ini disebut gerakan yang paling ceria dalam kesenian asal tari ratoh jaroe. Penari akan mengangkat tangan ke atas, lalu bergerak secara bergantian ke kiri dan ke kanan. Penari akan tersenyum dengan lebar sambil melakukan gerakan lilahoyan.

5.     Gerakan Penutup

Penutup dari tari ratoh jaroe adalah dengan memposisikan diri sesuai dengan levelnya. Masing-masing penari akan melakukan gerakan yang berbeda namun tetap kompak. 

Biasanya, mereka masih duduk dengan pelan-pelan melakukan gerakan serong sebelum akhirnya menghentikan tarian.

Kostum Tari Ratoh Jaroe

1.     Kostum Polos

Kostum yang digunakan oleh para penari tari ratoh jaroe adalah kostum dengan warna yang polos. Hanya saja, warna yang digunakan adalah warna yang sangat terang dan menyala. 

Pilihan warna kostumnya adalah kuning, merah, dan hijau dengan bahan linen sehingga mengkilap saat digunakan di atas pentas.

2.     Songket Aceh

Songket merupakan pakaian yang tidak boleh ketinggalan dan digunakan untuk bawahan para penari. Songketnya pun hanya songket yang berasal dari Aceh, dengan corak warna yang keemasan. Songket akan dililit di sekitar pinggang para penari.

3.     Kerudung

Kerudung adalah sebuah aksesoris yang wajib dikenakan oleh para penari ratoh jaroe. Ini juga berhubungan dengan asal tari ratoh jaroe yang dari Aceh. 

Kerudung melambangkan semangat Islami yang dipeluk oleh sebagian besar penduduk daerah istimewa Aceh. Warna kerudung yang biasa dipakai oleh para penari adalah hitam polos yang kontras dengan baju.

4.     Ikat Kepala

Bagian penting yang juga tak boleh terlupakan dan melambangkan adat istiadat Aceh adalah ikat kepala. Para penari menggunakan ikat kepala dengan hiasan yang berwarna-warni, namun tetap didominasi oleh warna emas. Ikat kepala juga akan menahan kerudung agar tidak lepas saat menari.

5.     Riasan

Para penari ratoh jaroe juga akan merias diri. Tetapi, riasan yang dikenakan harus tipis sehingga tidak terlihat mencolok. 

Riasan yang tipis juga melambangkan kesederhanaan, sebuah pegangan penting yang dipegang oleh para wanita Aceh. Umumnya, mereka hanya menggunakan bedak dan lipstik saja.

Lagu Pengiring Tari Ratoh Jaroe

1.     Rapai

Rapai adalah sebuah alat musik yang merupakan bawaan khas Aceh. Para perantau dari Aceh di daerah lain biasanya membawa rapai sebagai keyakinan untuk bisa bertahan hidup di tanah rantau. Rapai digunakan oleh para penari ratoh jaroe untuk bisa mengiringi tarian selama pertunjukan.

2.     Syair Lagu

Tak banyak properti musik yang digunakan untuk tarian ratoh jaroe selain rapai. Rapai adalah satu-satunya pengiring, sisanya adalah syair lagu yang dibawakan oleh para penari ratoh jaroe. Syair lagu berisi tentang doa-doa yang dilantunkan oleh penyanyi bernuansa Islam dan berbahasa Aceh.

Asal tari ratoh jaroe merupakan tarian Aceh yang berkembang pesat di Jakarta pada awalnya. Setelah itu, tarian ini banyak dikenalkan di daerah lain dan menjadi kebanggaan. Di banyak acara formal, tarian ini dibawakan sebagai tata penyambutan.

4.7 average based on 289 votes (Closed)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *