Informasi Dunia Pendidikan
Tari  

Selat Dardanela merupakan salah satu batas pemisah antara

Selat Dardanela merupakan salah satu batas pemisah antara dua benua, yaitu benua Asia serta benua Eropa. Permukaan bumi ini terdiri dari wilayah daratan dan lautan. Beberapa wilayah yang ada, dipisahkan baik dengan daratan maupun perairan, termasuk oleh Dardanela.

Seperti halnya selat Dardanella ini yang juga berfungsi untuk memisahkan beberapa wilayah. Apabila dilihat dari peta, selat ini terletak di barat laut Turki. Beberapa orang ada yang menyebutnya dengan nama Selat Gallipoli.

Mengenal Tentang Selat Dardanela

selat dardanela merupakan salah satu batas pemisah antara

Pada zaman Yunani Kuno, selat ini lebih dikenal dengan nama Hellespont. Sedangkan dalam bahsa Inggris lebih dikenal dengan nama Dardanelles. Dalam bahasa Yunani, Hellespont memiliki arti Laut Helle. Nama ini diberikan sebagai wujud untuk mengenang Putri Boetian.

1.     Sejarah Nama Dardanella

Menurut versi Yunani Kuno, Selat Dardanela ini berawal dari kisah Putri Boetian. Pada kisah yang beredar, putri tersebut tenggelam dalam arus air yang sangat deras. Sang putri terjatuh dari punggung domba jantan yang memiliki bulu emas.

Kisah tenggelamnya putri Boetian ini, kemudian dikenang oleh masyarakat dengan memberikan nama perairan tersebut dengan nama Dardanela. Sedangkan menurut  Encyclopaedia Britannica, Dardanella merupakan selat sempit yang letaknya berada di barat laut Turki.

Selat Dardanela ini memiliki panjang sekitar 61 kilometer (38 mil), dengan lebar 1,2 hingga 6,5 kilometer (0,75 – 4 mil). Dardanella menjadi penghubung antara Laut Aegea dengan perairan Laut Marmara. Selat ini menjadi pembatas antara Eropa bagian Barat dengan Asia bagian Timur.

2.     Batas Wilayah yang Dipisahkan Oleh Selat Dardanela

Meskipun selat ini tergolong sempit, namun keberadaannya cukup penting untuk memisahkan dan membatasi antara dua benua. Wilayah yang dipisahkan adalah Benua Eropa, dalam hal ini pada perairan semenanjung Gallipoli, dan Benua Asia.

Lokasi selat ini berada di dekat kota Istanbul, Turki. Dardanella bersama dengan Selat Bosporus menjadi salah satu tempat penyeberangan utama antar wilayah Eropa dan Asia. Lokasi selat ini juga menjadi lokasi yang strategis bagi kepentingan militer.

Selain sebagai pemisah antar benua, Dardanella juga merupakan tempat pertempuran Gallipoli. Pada saat itu, pasukan Sekutu yang terdiri dari negara Australia, Inggris, dan koloninya, pada tahun 1915 bergerak menyerang Turki Usmani.

Selat Dardanela ini menjadi penghubung Laut Hitam dan Laut Marmara bersama dengan Selat Bosporus. Keberadaan Dardanella tersebut menjadi salah satu jalur pelayaran yang penting dalam cerita sejarah perdagangan di Eropa.

  • Alasanya adalah wilayah yang dihubungkan oleh Dardanella ini cukup luas. Contohnya adalah Ukraina, Bulgaria, Georgia, Russia, dan Laut Mediterania. Lokasi ini juga menjadi titik pemisah antara Semenanjung Gallipoli di Eropa dan Semenanjung Anatolia di Benua Asia.
  • Lokasinya yang strategis, membuat banyak pelaut yang mulai melakukan pelayaran dengan melewati Dardanela. Semakin lama, semakin banyak pelaut yang singgah. Tentu saja hal ini membawa dampak bagi wilayah sekitar Dardanela.
  • Banyaknya pelaut yang datang, menjadikan Dardanella menjadi faktor dimana Konstantinopel berkembang menjadi kota terbesar pada Abad Pertengahan. 
  • Selain itu, Konstantinopel juga menjadi ibu kota Kekaisaran Romawi Timur, serta menjadi ibu kota kekaisaran Turki Usmani tahun 1453.

Dalam perkembangannya, kota ini menjadi pusat keagamaan Kristen Orthodox. Turki Sumani juga menjadi tempat Patriarch Konstantinopel sebagai salah satu pemimpin tertinggi pada agama Kristen Ortodox.

3.     Tujuan Inggris Menguasai Selat Dardanela

Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan Dardanella yang semakin pesat, muncul Inggris yang hendak menguasai Dardanela. Tujuan dari Inggris ini adalah untuk mengamankan selat tersebut agar sekutu dapat melintasi selat dengan aman.

Dengan cara ini, maka Inggris dapat bergabung dengan armada Rusia yang berada di Laut Hitam. Alasan lainnya adalah pada saat itu Jerman semakin melebarkan wilayahnya ke beberapa daerah serbuan. 

Hal tersebut membuat kawasan Eropa Timur dan Eropa Barat Menjadi Terancam, khususnya untuk wilayah Rusia dan Perancis. Kondisi tersebut mengakibatkan jalur perdagangan Rusia menuju Eropa melalui jalur darat menjadi sering terhambat. 

Untuk mengatasinya, diperlukan rancangan serangan dengan melalui wilayah lainnya agar isolasi antara wilayah Rusia dan Eropa barat menjadi terbuka.

Inggris yang pada saat itu menjadi sekutu Perancis, tidak tinggal diam begitu saja. Mereka bersama-sama membantu Rusia dengan cara menguasai Turki melalui jalur laut terlebih dahulu. Salah satunya adalah dengan menguasai Dardanela.

Dengan dikuasainya selat tersebut, maka akan lebih memudahkan armada sekutu untuk bisa melintas dengan aman, selanjutnya dapat menuju Laut Hitam untuk bergabung dengan armada Rusia.

4.     Selat Perairan Internasional

  • Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa Dardanella merupakan selat yang berfungsi untuk memisahkan Laut Marmara dengan Laut Aegea. Intensitas aktivitas yang berlangsung di selat ini, menjadikan Dardanella menjadi salah satu selat yang posisinya strategis.

Contohnya adalah ketika kapal dagang Rusia hendak mencapai Selat Ukraina, kapal-kapal tersebut harus melewati Dardanella. Tentu saja aktivitas ini memberikan keuntungan dari sisi ekonomi bagi Turki.

  • Benefit lainnya yang dimiliki oleh Dardanella adalah melimpahnya kekayaan laut bagi daerah-daerah di sekitarnya. Sepanjang selat ini, terdapat pelabuhan-pelabuhan penting yang terdiri dari Eceabat, Gallipoli, dan Canakkale.
  • Selain terkenal sebagai jalur perdagangan, di sekitar selat juga terdapat banyak kastil di sepanjang tepian Dardanella. Tentunya hal tersebut menjadikan daerah ini memiliki nilai sejarah dan estetika yang menarik.

Bercermin pada fakta yang ada, kondisi tersebut telah terjadi sejak kurun waktu yang lama. Alasan utama kenapa Konstantinopel, saat ini menjadi Istanbul, dahulu pernah mengalami masa kejayaan adalah karena kekuasaannya mencakup wilayah Dardanella.

Pada abad pertengahan di sekitar selat memang menjadi pusat dari Kekaisaran Romawi Kuno. Sehingga kemajuan perekonomiannya juga sangat pesat dan menjadi salah satu wilayah yang banyak dikunjungi oleh para pelaut.

Banyak negara yang menggunakan Selat Darnadelles sebagai salah satu jalur perdagangan internasional di wilayah Turki. Negara yang paling sering menggunakan jalur ini adalah Ukraina dan Rusia, serta beberapa negara lainnya yang juga melintasi perairan Darnadela.

Melansir dari sumber World Atlas, Selat Dardanela merupakan salah satu selat tersempit di dunia. Uniknya meskipun sempit, selat ini menjadi salah satu jalur perairan Internasional. Bagi negara Turki, hal ini membawa keuntungan yang sangat besar bagi Turki.

Dengan kondisi tersebut, menjadikan Dardanella termasuk dalam salah satu perairan yang diakui dalam perairan Internasional. Fungsi lainnya adalah sebagai pemisah dan pembatas antara Eropa dengan Asia serta sebagai penghubung antara Laut Marmara dan Laut Aegea.

Kekayaan laut yang bisa didapatkan dari Dardanella ini adalah berbagai jenis ikan yang melimpah. Ikan ini juga bisa menjadi salah satu komoditi perdagangan, yang diperjualbelikan pada pelaut yang singgah.

Wilayah perbatasan Benua Eropa dan Benua Asia tersebut dipisahkan oleh Selat Dardanela yang terletak di wilayah Turki. Lokasi ini menjadi salah satu jalur perdagangan internasional, yang ramai dikunjungi dari beberapa negara. Perkembangan ekonomi di Dardanella ini juga sangat pesat.

4.5 average based on 209 votes (Closed)

Leave a Reply

Your email address will not be published.