Informasi Dunia Pendidikan
Tari  

9 Daftar Properti Tari Bondan dan Deskripsi

Tari bondan menggunakan properti yang cukup beragam. Tari yang berasal dari Jawa Tengah ini menggambarkan sosok wanita yang tidak hanya cantik, tetapi juga pandai mengurus anak dan suami. Tidak heran jika properti tari Bondan yang digunakan berhubungan dengan kesan tersebut.

Banyaknya properti yang dipakai dalam tari Bondan membuat kesenian yang satu ini begitu unik. Properti tersebut meliputi kostum, atribut, serta aksesoris yang dipakai oleh penari. Penasaran? Jangan lewatkan ulasan lengkap berikut ini.

Sejarah Tari Bondan

tari bondan menggunakan properti

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai properti yang digunakan pada pertunjukan Tari Bondan, tidak ada salahnya untuk sedikit mengulas mengenai sejarah kesenian yang satu ini.

Tari Bondan berasal dari Surakarta, Jawa Tengah. Mulanya tarian ini merupakan tarian yang wajib dilakukan oleh gadis desa di kerajaan Mataram Lama. Alasannya adalah karena tarian ini mampu menunjukkan jati diri seorang gadis, yang tidak hanya cantik tetapi juga keibuan.

Tari Bondan menggambarkan seorang ibu yang mengasuh anak, mengurus rumah tangga, serta mencari nafkah untuk membantu suami. Hal ini dianggap sebagai tugas seorang perempuan ketika sudah menikah dan memiliki anak.

Ada tiga jenis tari Bondan yang sering ditampilkan, antara lain:

  • Tari Bondan Cindogo: Tarian ini mencerminkan kasih sayang ibu kepada anaknya yang meninggal sehingga memberikan kesan sedih.
  • Tari Bondan Pegunungan: Jenis tarian ini mengisahkan seorang ibu yang tinggal di desa dan bertugas mengasuh anak serta membantu suami bekerja di sawah.
  • Tari Bondan Mardisiwi: Menceritakan tentang kebahagiaan seorang ibu yang dikaruniai anak untuk pertama kalinya. Tarian ini menghadirkan suasana bahagia.

Setiap jenis tari Bondan menyuguhkan gerakan yang berbeda. Misalnya tari Bondan Cindogo dan Mardisiwi diperankan oleh remaja putri yang menari sambil menggendong anak dan membawa payung. Sedangkan Bondan Pegunungan menirukan gerakan perempuan saat bekerja di sawah.

Daftar Properti Tari Bondan

1.     Payung Kertas

Payung yang terbuat dari kertas merupakan salah satu properti wajib pada tari Bondan. Hadir dengan berbagai macam warna, perlengkapan yang satu ini terlihat semakin menarik dengan motif-motif yang indah seperti bunga dan dedaunan.

Karena keunikan bentuk dan kekhasan yang dimiliki, tidak heran jika payung yang digunakan pada tari Bondan digemari sebagai hiasan. Bahkan, tidak sedikit wisatawan asing yang membeli payung kertas ini untuk digunakan sebagai dekorasi rumah.

2.     Boneka Bayi

Tari Bondan yang menggambarkan kesibukan seorang wanita dalam mengurus rumah, suami, dan anak belum lengkap tanpa kehadiran boneka bayi. Boneka ini mencerminkan kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya sekaligus menjadi ciri khas tarian khas Jawa Tengah ini.

Melalui boneka bayi ini pula, penari menyampaikan pesan bahwa seorang wanita dituntut untuk selalu mengingat fitrah dan jati dirinya apabila sudah tumbuh dewasa dan menjadi ibu. Penari akan menggendong bayi menggunakan selendang untuk menonjolkan sifat keibuan.

3.     Kain Gendongan & Sampur

Kain gendongan merupakan salah satu properti utama pada tari Bondan. Karena tarian ini menggunakan boneka bayi, maka kain ini berfungsi untuk menggendong atau membedong boneka tersebut. 

Ini menggambarkan seorang wanita yang merawat dan menjaga anaknya dengan rasa sayang. Selain kain jarik, para penari tari Bondan juga menggunakan kain sampur dengan berbagai warna berbeda. 

Kain tradisional ini diletakkan pada bahu penari sebagai pemanis tampilan. Sambil menggendong, para penari akan bergerak dengan lemah lembut dan sesekali memainkan sampur.

4.     Kendil

Kendil adalah salah satu properti tari Bondan yang cukup unik dan mulai jarang ditemukan. Perlengkapan dapur ini terbuat dari tanah liat dan digunakan sebagai tempat air minum. Nantinya kendil ini akan digunakan sebagai pijakan oleh penari.

Menariknya, para penari bisa tetap menari dengan anggun meskipun berdiri di atas kendil berukuran kecil. Tidak heran jika keseimbangan menjadi salah satu faktor penting bagi para penari Bondan. Yang tak kalah menarik adalah dibutuhkan teknik khusus agar kendil kecil tidak pecah ketika dipijak. 

Lantas, apa makna dari kendil? Perkakas dapur yang satu ini menggambarkan seorang ibu yang memberikan penghidupan bagi anak. Namun kendil tidak dipakai pada tari Bondan Mardisiwi.

5.     Tenggok

Tenggok merupakan salah satu properti utama pada tari Bondan. Wadah yang biasanya terbuat dari anyaman bambu ini memiliki bentuk yang cukup unik dengan bentuk lingkaran pada bagian atas dan segi empat di bagian bawah. Biasanya tenggok digunakan sebagai wadah hasil pertanian.

Pada tarian ini, tenggok digunakan sebagai gambaran seorang wanita yang tidak hanya mengurus anak, suami, dan dapur tetapi juga bekerja di sawah. Dalam kesehariannya, seorang ibu juga sering dituntut untuk membantu suami mencari nafkah.

6.     Caping

Selain tenggok, caping juga mencerminkan seorang wanita yang bekerja di sawah. Caping ini melindungi kepala dari sengatan sinar matahari atau tetes air hujan. Benda yang satu ini biasanya terbuat dari anyaman bambu.

Pada mulanya caping yang digunakan berbentuk kerucut. Namun seiring berjalannya waktu, para pengrajin membuat caping dari anyaman bambu dengan berbagai bentuk yang beragam.

7.     Kain Jarik

Kain jarik merupakan salah satu ciri khas masyarakat Jawa. Tidak heran jika jarik menjadi salah satu Properti Tari Bondan yang tidak boleh terlewatkan. Sehelai kain lebar dengan motif batik ini berfungsi untuk menutup anggota tubuh sebagai pengganti rok atau celana.

Dalam pertunjukan tari Bondan, kain jarik akan dililitkan di bagian pinggang. Selanjutnya penari mengenakan kemben dan ditambahkan dengan stagen. Stagen merupakan sehelai kain panjang yang berfungsi untuk menahan jarik serta membuat perut lebih kencang dan terlihat kecil.

8.     Jamang

Jamang atau siger adalah perhiasan yang biasanya dikenakan di kepala. Properti ini berfungsi untuk menghiasi kepala mulai dari kening sampai pelipis. Biasanya, penari memadukan jamang dengan sumping serta rambut yang disanggul.

Beberapa abad yang lalu, jamang terbuat dari perak atau emas yang diberi ukiran serta hiasan intan permata. Ini melambangkan bahwa pemakai jamang merupakan bangsawan atau orang kaya. 

Namun, saat ini jamang terbuat dari bahan kuningan yang jauh lebih terjangkau dan diberi warna emas.

9.     Kemben

Terakhir, kemben merupakan pakaian tradisional masyarakat Jawa dan Bali yang berfungsi menutupi tubuh bagian atas. Ada beberapa jenis kemben yang bisa digunakan, misalnya kemben polos, kemben batik, kemben beludru, dan lain sebagainya.

Cara pemakaian kemben cukup mudah, yaitu dengan melilitkan kain pada tubuh bagian atas. Bagian atas ujung kain disematkan agar kemben tidak terlepas. Namun, penari juga bisa menggunakan tali tambahan agar kemben tidak bergerak selama pertunjukan.

Kabar baiknya, kemben modern sudah banyak beredar di pasaran. Alih-alih menggunakan sehelai kain, penari bisa menggunakan kemben yang dilengkapi dengan resleting atau kancing sehingga menyerupai korset. Tentu saja model ini jauh lebih nyaman, aman, dan mudah dipakai.

Singkatnya, ada begitu banyak properti tari Bondan yang digunakan dalam setiap pertunjukan. Beragam properti ini memastikan bahwa pesan dan kesan dapat tersampaikan dengan baik pada penonton.

4.7 average based on 112 votes (Closed)

Leave a Reply

Your email address will not be published.