Informasi Dunia Pendidikan
Tari  

Tari Balean Dadas Berasal dari ? Sejarah dan Makna nya

Tari balean dadas berasal dari Kalimantan Tengah, asal tari balean dadas diciptakan dan dilestarikan oleh masyarakat suku Dayak. Digunakan sebagai sarana permohonan kesembuhan pada Tuhan untuk orang-orang yang sakit.

Tari tradisional ini biasanya dipimpin oleh dukun perempuan, dalam bahasa Dayak dukun perempuan disebut dengan balean dadas. Berikut ini penjelasan lengkap tentang asal tari balean dadas.

Sejarah Asal Tari Balean Dadas 

Wadian dadas adalah pengobatan tradisional dari suku Dayak Maanyan, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah.

Wadian dadas didapatkan berkat petunjuk yang diperoleh Ineh Ngundri Gunung. Petunjuknya berupa kewajiban dari Dewa untuk mengobati seseorang. Wadian pertama yang diutus dewa digambarkan seperti burung elang, wadian berikutnya akan dilanjutkan oleh kerabat berikutnya.

Zaman dulu, saat panen tidak berhasil atau ada musibah, masyarakat setempat akan mencari wadian dadas sebagai bentuk pertolongan untuk melepaskan diri dari kesulitan.

Awalnya wadian dadas dipergunakan sebagai upacara tradisional, sekarang beralih fungsi sebagai keselamatan dan pertolongan. Tahun 1980-an, tarian ini populer di Palangkaraya dan dialihkan sebagai gagasan dari lahirnya tari balean dadas.

Tahun 2016, menurut buku Selayang Pandang Kota Palangkaraya, tarian balean hanya dilakukan saat upacara pengobatan orang sakit dan dilakukan oleh suku Dayak Maanyan.

Saat pertunjukkan berlangsung, para penari memakai sepasang gelang dari logam, dan menghasilkan suara gemerincing. Proses pengobatan tradisional dilakukan oleh wadian dan gerakannya memakai elemen simbolik dan ritual. Makanya tarian ini kental dengan nuansa mistis. 

Seiring berkembangnya bidang kesehatan, pengobatan tradisional seperti ritual tari balean dadas mulai ditinggalkan.

Sebenarnya tidak benar-benar ditinggalkan karena tarian ini masih dilakukan oleh masyarakat suku Dayak pedalaman untuk pengobatan, event daerah atau nasional dan acara lainnya.

Fungsi dan Makna Tari Balean Dadas

Sekitar tahun 1540, tari balean dada populer setelah munculnya tari galang bawo dan tari ganggereng. Dahulu, Ine Payung Gunting sedang bertapa di bukit Beratus, Kalimantan Selatan. Saat bertapa dia bertemu dengan seekor ular tedung dan macan.

Binatang tadi memberi petunjuk dengan mengabulkan permintaan Ine Payung Gunting menjadi seorang yang sakti dan pintar menari. Asal tari balean dadas dimulai dengan kisah tentang ritual pengobatan tradisional, ritual ini menggunakan elemen simbolik dan dilakukan seorang balean dadas.

Masyarakat setempat melakukan tarian ini untuk meminta kesembuhan kepada Tuhan saat ada orang yang sakit.

Seiring berjalannya waktu, perkembangan dunia medis semakin maju sehingga tari balean dadas tidak hanya digunakan untuk pengobatan. Namun, sebagai sarana hiburan masyarakat setempat atau tamu yang datang. 

Biasanya tarian ini dilakukan saat acara penyambutan tamu penting, peresmian, acara kebudayaan, dan acara lainnya. 

Hal ini dilakukan karena zaman sudah lebih modern sehingga masyarakat melakukan proses penyembuhan dengan cara yang lebih ilmiah, seperti berobat ke dokter spesialis atau dokter umum. 

Pertunjukan Tari Balean Dadas

Tarian balean dadas biasanya dibawakan oleh 6 orang penari perempuan dan 2 penari laki-laki. Pembukaan dimulai dengan datangnya dua penari perempuan yang bertugas sebagai dayang-dayang.

Busana yang digunakan penari adalah pakaian adat dayak, seperti berikut:

  • Kain lima warna khas suku Dayak, yaitu hitam, merah, hijau dan kuning
  • Gelang kuning
  • Kalung taring
  • Hiasan daun janur dan daun sawan

Saat pertunjukkan berlangsung biasanya memakai beberapa properti seperti berikut:

  • Lilin
  • Damar
  • Balanai

Tiga jenis properti ini tidak pernah absen saat pertunjukkan, karena properti ini berfungsi sebagai sarana sesembahan yang digunakan penari saat proses ritual berlangsung. 

Gerakan Tari Balean Dadas didominasi dengan gerakan melingkar dan berputar. Setiap gerakannya memiliki makna, seperti gerakan dasar yang menggambarkan wujud permohonan pada Tuhan agar diberikan kesembuhan kepada mereka yang sakit.

Musik Pengiring Tari Balean Dadas

Tari balean dadas diiringi oleh musik tradisional khas Kalimantan Tengah, alat musik yang digunakan seperti berikut:

1.     Gendang

Gendang adalah salah satu alat musik tradisional, cara mainnya dengan memukul kedua sisi gendang, bisa pakai tangan atau alat pemukul gendang.

2.     Gong

Gong adalah alat musik dengan ukuran yang besar, biasanya diletakkan di belakang alat musik yang lainnya. Cara mainnya dipukul memakai alat pemukul.

3.     Kecapi atau Sampek

Kecapi adalah alat musik yang dimainkan dengan cara dipetik memakai satu tangan, atau dijambret memakai 3 jari yaitu jari jempol, dan telunjuk. Tapi seiring berkembangnya teknologi, alat musik tersebut diganti oleh hasil rekaman seperti compact disk atau kaset.

Aturan Pertunjukan Tari Balean Dadas

Alat musik tradisional seperti gendang, gong, dan kecapi digunakan untuk memeriahkan pertunjukkan tari balean dadas.

  • Para penari wajib memakai pakaian adat khas Dayak, seperti kain 5 warna yaitu merah, hitam, kuning, putih dan hijau. Memakai gelang kuningan yang cukup berat, 3 gelang ditangan kanan dan 2 gelang ditangan kiri.

Memakai aksesoris lain seperti kalung taring, hiasan daun sawan dan janur. Lalu memakai properti seperti damar, balanai dan lilin.

  • Jumlah penari balean dadas sekitar 8 orang, terdiri dari 2 penari laki-laki dan 6 penari perempuan.
  • Pembukaan tari balean dadas diawali dengan datangnya 2 penari perempuan yang berperan sebagai dayang-dayang si dukun. 2 penari perempuan ini memakai baju berwarna kuning, memakai hiasan daun janur dan sawan.

Memakai selendang berwarna merah, hijau dan kuning, lalu dililitkan ke pinggang penari.

  • Lalu, datang lagi 2 penari laki-laki yang berperan sebagai dukun. Penari laki-laki ini memakai gelang yang ukurannya jauh lebih besar dan berat, dibandingkan gelang yang dipakai penari perempuan.
  • Tari balean dadas lebih banyak memakai gerakan berputar dan melingkar. Gerakan ini menggambarkan situasi saat mereka sedang melakukan suatu ritual pengobatan diiringi oleh lagu-lagu yang terlihat seperti mantra.
  • Selain gerakan melingkar dan berputar, tari balean dadas juga disini dengan atraksi yang cukup berbahaya. Jika diperhatikan, para penari akan terlihat sedang menari di alam bawah sadar mereka.

Tapi seiring berkembangnya zaman karena tarian ini sudah dialih fungsi sebagai hiburan, maka gerakan tari balean dadas sudah dimodifikasi dari aslinya.

  • Tarian balean dadas mempunyai ciri khas yaitu nuansa mistis. Jadi saat pertunjukkan berlangsung, para penonton bisa merasakan sendiri aura mistis yang dihasilkan dari tarian tersebut.
  • Pertunjukkan ditutup dengan semua penari yang menari bersama. gerakan seperti ini menceritakan bahwa ritual pengobatan sudah selesai dilakukan.
  • Saat ini tarian balean dadas beralih fungsi, awalnya digunakan sebagai sarana pengobatan, sekarang tarian ini menjadi salah satu kesenian tradisional yang biasa dipertunjukkan saat acara kebudayaan.

Seperti acara pentas di Sanggar Namuei, TMII Jakarta, UPT Anjungan Kalimantan Tengah, Festival Isen Mulang tahun 2019, dan perayaan HUT Kemerdekaan RI tahun 2019.

Dari penjelasan diatas tentang asal tari balean dadas, harusnya bisa membuka pikiran anak bangsa Indonesia. Harapannya anak bangsa mau berkontribusi untuk memperkenalkan tarian tradisional tersebut, entah di Indonesia maupun di mancanegara.

3.9 average based on 424 votes (Closed)

Leave a Reply

Your email address will not be published.