Informasi Dunia Pendidikan
Tari  

Sejarah Tari Ronggeng Blantek berasal, Fungsi, dan Gerakan

Tari ronggeng blantek berasal dari tanah Betawi, yang merupakan kreasi dari tarian Betawi yang sudah ada sebelumnya. Asal tari ronggeng blantek merupakan perkembangan antara tari topeng, ronggeng, dan blantek untuk bisa membaur dengan masyarakat lebih luas.

Tarian ini sering sekali dijadikan tarian selamat datang atau menjadi pembukaan dari pertunjukan kesenian Betawi. Hanya saja, penari yang berjumlah 4-6 tidak lagi menggunakan topeng saat menari. Berikut ini adalah ulasan lengkap mengenai tari ronggeng blantek.

Sejarah Asal Tari Ronggeng Blantek

1.     Masuk ke Kategori Tari Kreasi

Tari ronggeng blantek termasuk ke dalam salah satu tari kreasi baru yang diciptakan oleh Dinas Kebudayaan DKI Jakarta. Sejarah tari ronggeng blantek ini dibuat sekitar tahun 1978 dengan menggabungkan antara tari ronggeng, tari topeng dan tari blantek.

Sebagai tari kreasi, tentu saja tarian ini menyadur berbagai gerakan dari jenis tari topeng yang memang sudah lama berkembang di tanah Betawi. Penciptaan tarian ini diterima masyarakat luas karena gerakannya yang luwes dan lebih modern daripada tari topeng, ronggeng, dan blantek.

2.     Memiliki Gerakan Silat

Sebagai tari kreasi, tentu saja gerakannya tak hanya seputar gerakan tari tradisional saja. Dalam gerakan yang ada dalam tarian, terdapat sebagian gerakan silat ala Betawi. Itu sebabnya, tari ronggeng blantek bisa dilakukan baik oleh lelaki maupun perempuan.

3.     Nama Penciptanya

Tarian ini dibuat oleh seorang koreografer bernama Wiwiek Widiyastuti. Dia menciptakan tarian ini di sebuah bengkel tari bernama Bagong Kussudiardjo. Dalam prosesnya, Wiwiek dibantu oleh teman-teman yang bernaung di Akademi Seni Tari Indonesia dan Institut Kesenian Jakarta.

4.     Mengandung Unsur Hiburan Belanda

Pengaruh Belanda di tanah Betawi memang tidak terlepas, termasuk soal hiburan. Seperti penyadur asal tari ronggeng blantek, tarian memiliki unsur pembuka dan penutup yang koreografernya menunjukkan tari ronggeng.

Susunan ini sangat mirip dengan pertunjukan teater yang ada di Belanda hingga kini.

Fungsi Tari Ronggeng Blantek

tari ronggeng blantek berasal dari

1.     Membangkitkan Eksistensi Betawi

Tahun 1970-an, pemerintah DKI Jakarta menyadari bahwa sebagai ibukota, Jakarta memiliki tingkat pendatang yang sangat tinggi. Hal ini mempengaruhi masyarakat Betawi yang eksistensinya semakin terpinggirkan, apalagi karena tari topeng dan ronggeng sulit untuk dipelajari masyarakat Betawi.

Kemudian, pemerintah pun akhirnya memutuskan untuk membangkitkan motivasi penduduk Betawi dengan menciptakan kreasi baru berbudaya. Mereka mengolah tari topeng dan ronggeng menjadi tarian kreasi baru sehingga lebih mudah diterima dan rasa memiliki budaya lebih tinggi.

2.     Modernisasi Betawi

Seiring dengan berkembangnya zaman, pemerintah DKI Jakarta pun menyadari bahwa masyarakat menyukai sesuatu yang bersifat modern. Untuk itu, fungsi dari tari ronggeng blantek adalah agar masyarakat masih memiliki keterikatan dengan budaya asal Betawi.

3.     Bagian dari Proyek Pengembangan Budaya

Dengan adanya tarian yang satu ini, pemerintah menilai bahwa tarian ronggeng blantek adalah bentuk keseriusan pemerintah dalam menjaga budaya Betawi. Pengembangan budaya berbentuk tarian menjadikan budaya Betawi lebih berwarna.

4.     Sebagai Tari “Selamat Datang”

Karena banyak diterima oleh masyarakat Betawi, tarian yang satu ini pun akhirnya banyak dipelajari dengan lebih mudah. Untuk berbagai acara yang bersifat keupacaraan, dari segi asal tari ronggeng blantek pun banyak digunakan untuk menyambut para tamu dan sifatnya cukup formal.

Gerakan Tari Ronggeng Blantek

1.     Ogek

Gerakan yang satu ini menjadi gerakan dasar untuk menari tari ronggeng blantek. Gerakan ogek adalah cara penari untuk melakukan gerakan kepala ke bagian depan, belakang, kanan dan kiri. Cara gerakannya menghentak.

2.     Pakblang

Pakblang merupakan jenis gerakan dengan badan yang tegak. Lalu, tangan kiri berada di atas kepala dan melekuk. Sementara telapak tangan melentik ke bagian bawah.

3.     Lenggang Rongeh

Gerakan ini menggunakan kekuatan yang bertumpu pada bagian kaki. Kaki bagian kanan akan disilangkan ke kaki bagian kiri, lalu tubuh akan pelan-pelan melangkah maju. Posisi badan pun tetap rendah. Lenggang rongeh dilakukan dengan ketukan 1×8.

4.     Selancar Ngepik

Bagian gerakan yang satu ini juga ada dalam tarian ronggeng blantek dan menjadi gerakan dasar. Posisi kakinya menyilang, kemudian posisi badan akan maju dan mundur, dilakukan dengan hitungan 4×8. Posisi badan pun agak condong ke depan, namun bagian dada membusung.

Pengiring Tari Ronggeng Blantek

1.     Rebab

Tari ini diiringi oleh rebab sebagai alat musik utamanya di antara alat musik lainnya. Rebab memiliki senar layaknya gitar, namun cara memainkannya adalah dengan digesek. Musik tari ini selalu dimulai dengan alunan suara rebab terlebih dahulu.

2.     Kenong

Ritme dalam tarian ronggeng blantek Betawi diatur oleh alat musik bernama kenong. Kenong merupakan jenis gamelan yang berasal dari tanah Betawi. Tanpa adanya kenong, penari tidak akan bisa menentukan ritme gerakan tarian.

3.     Rebana

Seni kebudayaan Betawi sangat dipengaruhi oleh adanya alat musik yang berbau islam seperti rebana. Itu sebabnya, pertunjukan tari ronggeng blantek menggunakan alat musik yang satu ini sebagai pengiring. Meski begitu, jumlah rebana yang digunakan tidak lebih dari dua buah.

4.     Alat Musik Tanji

Alat musik tanji merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesenian Betawi asli. Alat musik ini terdiri dari beberapa instrumen seperti tehyan, trombone, gong, terompet, baritone, dan simbal. Variasinya bisa berbeda tergantung dari jenis lagu yang dibawakan saat pertunjukan.

Kostum Tari Ronggeng Blantek

1.     Baju Berwarna Cerah

Tari ronggeng blantek menggunakan kostum dengan warna yang cerah. Hal ini hampir sama dengan jenis tari topeng lainnya. Umumnya, bahan yang digunakan adalah linen karena mengkilap. Warna dominan kostumnya ada pink yang terang.

2.     Selendang

Tak ketinggalan, selendang menjadi bagian wajib dari seni tari kreasi baru yang satu ini. Namun, jenis selendang yang digunakan pun tak sembarangan. Tari ronggeng blantek menggunakan jenis selendang dengan gambar burung Hong sehingga membedakan dengan tari topeng lainnya.

3.     Kembang Topeng

Dalam tarian ala Betawi, kembang topeng merupakan aksesoris wajib alias tidak boleh ketinggalan. Kembang topeng merupakan aksesoris kepala yang memiliki bulat-bulat bola di bagian bawahnya. Kembang topeng juga memiliki warna yang cerah di bagian bola-bolanya.

4.     Toka-Toka

Toka-toka merupakan bagian penting yang menjadi aksesoris tari ronggeng blantek. Toka-toka adalah bagian kostum yang dikenakan untuk menutupi bagian dada dan bentuknya menyilang. Toka-toka dalam tari ini berwarna merah dan kontras dengan kostum pink.

5.     Kalung

Meskipun sudah menggunakan toka-toka, penari ronggeng blantek tetap menggunakan kalung untuk aksesoris di bagian dada. Kalungnya terbuat dari bunga teratai yang tersusun tiga buah. Seiring dengan gerakan penari, maka kalung pun akan ikut bergoyang.

6.     Anting

Di antara banyaknya properti yang digunakan oleh para penari tari ronggeng blantek, anting juga tidak boleh ketinggalan. Anting memiliki warna kuning yang cerah seperti emas. Antingnya juga memanjang ke bagian bahu.

Asal tari ronggeng blantek yang merupakan dari tanah Betawi menjadi tarian kreasi baru. Gerakannya menyadur dari tari topeng dengan penambahan unsur silat. Seiring dengan berkembangnya waktu, tari ini semakin populer baik di Jakarta maupun daerah lainnya.

3.9 average based on 244 votes (Closed)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *