Informasi Dunia Pendidikan
Tari  

Fungsi Tarian Tortor dari Daerah Batak Adalah dan Penjelasannya

Fungsi tarian Tortor dari daerah Batak adalah sebagai hiburan untuk warga setempat. Selain sebagai hiburan, fungsi tari tortor cukup beragam yang menyesuaikan dengan jenisnya. Sebelum menjadi hiburan, tarian ini pada awalnya juga merupakan tari ritual yang sifatnya sangat sakral.

Tari tortor ini sendiri merupakan tarian khas yang berasal dari suku Batak Toba yang menempati Provinsi Sumatera Utara. Para penari yang menarikan tarian ini akan diiringi musik gondang. Musik tersebut menghasilkan suara yang berasal dari hentakan sang penari di atas panggung.

Fungsi Tari Tortor dan Jenisnya

Diantara fungsi tari yang berasal dari daerah Batak ini ialah sebagai refleksi organisasi sosial atau pengesahan lembaga sosial, sebagai ritual serta sebagai bagian dari keagamaan.

Tari tortor ini seperti sudah mendarah daging dalam kehidupan mereka sehingga tidak heran bisa dimanapun orang Batak berada, tari tortor tetap ada di kehidupan mereka. Sehubungan dengan fungsi yang satu ini, masyarakat Batak sendiri memiliki ungkapan khusus.

Ungkapan tersebut adalah kalau ada masalah yang sudah tidak bisa ditangisi, lebih baik menari saja. Jadi bisa dikatakan orang Batak itu menghibur dirinya sendiri dengan tarian Tortor ini. Sedangkan fungsi tari tortor lainnya sebagai berikut.

1.     Tari Tortor Tunggal Panaluan

Jenis Tari Tor Tor yang satu ini adalah tari yang biasa digelar ketika ada musibah atau bencana yang menimpa desa. Namun, tari tortor tidak bisa dilakukan secara sembarangan dan bisa dilakukan oleh dukun dengan tujuan mendapatkan petunjuk untuk mengatasi musibah atau bencana tersebut.

2.     Tari Tortor Sipitu Cawan

Jenis tari tortor yang satu ini juga biasa disebut dengan Tari Tujuh Cawan. Biasanya, tari ini akan dilakukan pada saat ada acara pengangkatan raja. Kisah yang diangkat dalam tarian ini adalah tentang 7 putri kayangan yang turun ke bumi.

Mereka turun ke bumi, tepatnya di Gunung Pusuk Buhit untuk mandi. Di waktu yang bersamaan, datang juga piso sipitu sasarung atau pisau tujuh sarun.

3.     Tari Tortor Pangurason

Jenis tari tortor yang ketiga inilah yang disebut dengan tari tortor pangurason. Biasanya, tari ini akan dilakukan pada saat dilaksanakannya pesta besar. Namun sebelum acara tersebut dimulai, tempat dilangsungkannya pesta akan dibersihkan menggunakan jeruk purut untuk menghindari musibah.

Seiring dengan berjalannya waktu serta akibat dari masuknya pengaruh budaya agama Hindu – Budha, tari tortor kemudian terpengaruh serta lebih berkembang sehingga fungsi tari tortor tidak lagi hanya menjadi tarian upacara saja. Tarian ini lantas digelar sebagai hiburan bagi warga Batak.

Kostum yang dikenakan oleh para penarinya juga ikut berubah serta dimodifikasi supaya tampak lebih menarik. Saat menggerakkan tubuhnya, para penari tarian ini akan diiringi oleh musik gondang yang menghasilkan suara hentakan kaki para penari di atas panggung.

Berbagai Keunikan Tari Tortor

fungsi tarian tortor dari daerah batak adalah

Kata tortor yang menjadi nama tarian ini juga berasal dari kata Tortor yang artinya bunyi dari hentakan kaki para penari di atas lantai papan rumah adat Batak. Tari tortor diperkirakan telah ada sejak masa Batak purba dan saat itu, tarian ini menjadi tari persembahan untuk roh leluhur.

Pada awalnya pula, tarian ini dahulu hanya ada di tengah-tengah masyarakat yang tinggalnya di kawasan Toba, Samosir, dan sebagian kawasan Humbang. Selayaknya tarian yang berasal dari daerah lain, tari tortor ini juga mempunyai sejumlah keunikan sebagai berikut.

1.     Pantangan Para Penari Tortor

Salah satu keunikan tari tortor ada pada pantangan untuk para penarinya. Karena merupakan pantangan, sudah tentu ini tidak boleh dilakukan saat menarikannya. Salah satu pantangan tersebut tangan sang penari yang tidak boleh melewati batas bahu.

Apabila ada penari yang melakukannya, penari tersebut akan dianggap menantang siapa saja dan termasuk dalam hal ini adalah dukun, melakukan adu pencak silatan, dan juga tenaga batin. Bukan hanya itu, penari yang melakukannya juga dipercaya akan mendapatkan kesialan.

2.     Menggunakan Kain Ulos

Busana yang dikenakan oleh penari tari tortor salah satunya adalah kain ulos. Ini adalah salah satu kain tradisional dari Batak. Kalau oleh penari tortor, umumnya kain yang digunakan adalah yang berwarna putih, hitam, dan merah dengan hiasan indah dari benang emas atau perak yang ditenun.

Pada awalnya, kain Ulos ini digunakan sebagai selendang dan termasuk langka penggunaannya sebab hanya bisa dijumpai saat ada upacara adat. Namun, seiring dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung ke sana, kain Ulos kemudian dikenakan sebagai cindera mata.

3.     Iringan Musik Gondang

Dalam setiap pertunjukan tari tortor, akan diiringi oleh musik gondang. Jika melihat sejarah Batak, musik ini adalah seni budaya yang nilainya amat tinggi. Musik juga biasanya akan dimainkan sebelum tari tortor dimulai. 

Dentuman yang berasal dari musik ini membuat penari Tortor bergerak semakin kuat. Tari tortor memang sangat lekat dengan tabuhan gondang Sembilan yang oleh masyarakat suku Mandailing disebut dengan gordang Sambilan. 

Gondang sendiri merupakan beduk sedangkan sembilan merupakan jumlahnya. Gondang-gondang tersebut mempunyai ukuran serta diameter yang berbeda-beda yang membuatnya mampu menghasilkan nada yang tidak sama. 

Gondang adalah alat musik tradisional suku Mandailing yang menjadi warisan budaya Indonesia. Walaupun jumlah gondang ada sembilan, namun biasanya hanya dimainkan oleh enam orang. Mulai dari yang paling kecil atau yang nomor 1 dan 2 menjadi taba-taba. 

Sedangkan gondang nomor 3 adalah tepe-tepe dan gondang nomor 4 adalah kudong-kudong. Lanjut ke gondang nomor 5 adalah kudong-kudong nabalik. Gondang nomor 6 adalah pasilion dan gondang-gondang selanjutnya yakni nomor 7, 8, dan 9 adalah jengat.  

4.     Prosesi Tua Ni Gondang

Lebih lanjut lagi, sebelum musik gondang tersebut dimainkan, tuan rumah atau yang di sana biasa disebut dengan hasuhuton akan meminta sesuatu kepada sang penabuh gondang. Hal ini biasa disebut dengan prosesi Tua Ni Gondang atau yang artinya berkat dari musik gondang.

Berkat yang disampaikan oleh tuan rumah tersebut tentunya akan disampaikan dengan cara yang sopan serta pada setiap kesempatan. 

Apabila ada satu permintaan yang sudah terpenuhi, akan diselingi oleh tabuhan gondang dengan tertentu. Ini adalah perwujudan berkah musik gondang yang dimaksud.

5.     Sebagai Media Komunikasi

Kalau pada masa kini fungsi tari tortor juga merupakan sebagai hiburan, namun tarian ini berfungsi sebagai tari seremonial. Selain biasa dilaksanakan dalam upacara adat, tarian ini juga adalah media komunikasi yang bisa dilihat dari gerakan dan juga interaksi dengan semua anggota upacara.

Setting Panggung Tari Tortor

Perihal panggung, tari tortor adalah tarian yang tidak terlalu memperhatikan dekorasi. Dengan kata lain, tari tortor ini tidak memerlukan arena pentas khusus serta berbagai detail lainnya. Biasanya para penari bisa menari dimanapun dengan bebas, contohnya di halaman yang luas.

Meskipun fungsi tari tortor sudah berkembang dan bukan hanya dilakukan saat upacara adat, namun tari tortor tetaplah bagian dari kekayaan Indonesia yang harus dilestarikan. Tidak seharusnya generasi Indonesia membiarkan tarian ini menghilang sehingga perlu dikenal dan dipelajari.

4.6 average based on 363 votes (Closed)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *