Informasi Dunia Pendidikan
Tari  

Penjelasan Tari Rangguk Ayak Berasal dari Daerah Mana Lengkap

Tari Rangguk Ayak berasal dari daerah Jambi. Tari tersebut merupakan salah satu tari tradisional rakyat Jambi, tepatnya Suku Kerinci. Provinsi Jambi memang memiliki beberapa suku yang memiliki kesenian masing-masing. Seperti halnya asal tari Rangguk Ayak dari Suku Kerinci ini.

Suku Kerinci berasal dari salah satu kabupaten di Jambi, namanya sama dengan nama suku yaitu Kabupaten Kerinci. Selain itu, Kerinci juga merupakan salah satu nama gunung yang ada di wilayah Indonesia. Suku kerinci sebenarnya masing memiliki keturunan dari Proto Melayu atau Melayu Tua.

Asal Tari Rangguk Ayak dan Sejarahnya

Suku Kerinci yang kaya akan budaya daerahnya, memiliki tari Rangguk Ayak yang masih dilestarikan hingga saat ini. Hampir sama dengan tari-tarian adat lainnya, tari ini juga memiliki makna dan filosofi yang terkandung didalamnya. Pengetahuan lengkap tentang tarian ini adalah sebagai berikut.

tari rangguk ayak berasal dari daerah

1.     Asal dan Makna Kata Rangguk

Kata rangguk pada dasarnya merupakan dialek yang banyak digunakan oleh orang-orang di Kerinci Hulu. Sedangkan untuk Orang Sungai Penuh, lebih sering menyebutnya dengan kata “Ranggok”. Dari Orang Pulau Tengah, menyebutnya dengan istilah “Rangguek”.

Adanya perbedaan dialek atau pengucapan tersebut, memicu munculnya perbedaan dalam hal pengertiannya atau maknanya. Dari pendapat pertama yang dikemukakan dalam bahasa orang Kerinci Hulu, kata “rangguk” memiliki arti “tari”.

Secara jamak, kata “mengangguk” berarti diartikan sebagai “menari’. Contohnya adalah “Rangguk Dua Belas” yang bermakna ‘tari dua belas”. Apabila diaplikasikan pada kata “rangguk ayak”, maka dapat diartikan sebagai “Tari Ayak”.

Pada pendapat kedua yang menyatakan bahwa “rangguk” adalah sebuah gabungan dua kata yaitu “uhang”. Kata ini memiliki arti “orang” dan juga “ngangguk” yang berarti “mengangguk”.

Kenapa kosakata yang digunakan terlihat lebih sedikit? Hal tersebut didasarkan pada kebiasaan masyarakat Sungai Penuah yang sering memperpendek beberapa kata menjadi satu kata. Maksudnya adalah lebih efektif dan praktis.

2.     Sejarah Tari Rangguk Ayak

Beberapa orang mengatakan bahwa sejarah dari Tari Rangguk Ayak ini memiliki kaitan dengan ulama yang berasal dari daerah Dusun Cupak, Kerinci. Diceritakan pada masa abad ke 19 Masehi, terdapat seorang ulama dusun Cupak yang pergi ke tanah suci Mekkah.

  • Kepergian ulama tersebut bukan hanya untuk menunaikan ibadah haji, namun juga untuk belajar tentang agama Islam yang lebih luas lagi. Dalam perjalanannya ke Mekkah tersebut, sang ulama tertarik pada salah satu kesenian dari Arab, yaitu kesenian rebana.
  • Ketika itu banyak pemuda Arab yang juga menggemari kesenian serupa. Pada akhirnya sang ulama juga ikut belajar kesenian rebana. Setelah menyelesaikan ibadah haji dan menimba ilmu di tanah Arab, ulama itu pun pulang kembali ke kampung halaman. 
  • Di Kerinci, sang ulama mencoba untuk bisa mengamalkan ilmu yang didapatkannya, serta menyebarkan agama Islam hingga ke daerah-daerah terpencil di Kerinci. Namun sayangnya jalan dakwah yang dilakukan tidak berhasil dengan baik. 
  • Para masyarakat bukannya sadar dan kembali ke jalan benar, namun justru semakin menikmati perbuatan dosa. Contohnya adalah judi, mengadu ayam, dan minum-minuman keras. Sadar bahwa dakwa yang dilakukannya tidak berhasil, maka ulam itupun merubah cara penyampaian dakwahnya.

Muncul ide untuk menggabungkan antara kesenangan para pemuda tersebut, dengan kesenian yang dipelajari ketika di tanah Arab. Para pemuda memang senang dengan silat melayu. Akhirnya sang ulama mencoba memadukan silat Melayu dengan kesenian rebana.

Dengan metode penyampaian tersebut, maka banyak pemuda yang akhirnya tertarik. Pada kesenian rebana, sang ulama menyelipkan tentang ajaran agama Islam. Penyampaiannya dilakukan dengan melantunkan pujian pada Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Bukan hanya lantunan pujian, namun diiringi dengan musik dari tabuhan rebana dan dengan gerakan anggukan kepala mengikuti irama. Ulama tersebut melakukannya sambil menunggu kedatangan para pemuda untuk mulai belajar silat.

Dari kebiasaan tersebut, awal munculnya asal tari Rangguk Ayak. Masyarakat Cupak senantiasa berpantun dan bersenandung dengan iringan rebana, sambil belajar silat. Hal tersebut tetap dilakukan bahkan hingga sang ulama wafat.

Seiring dengan perkembangan zaman, silat Melayu dan kesenian Rebana ini telah menjadi kebudayaan dengan jenis yang berbeda. Silat Melayu menjadi seni beladiri, sedangkan rebana menjadi kesenian baru di dusun Cupak yang diberi nama “tari Rangguk Ayak”.

Properti dan Pemain Tari Rangguk Ayak

Properti yang dipergunakan untuk menari tari Rangguk Ayak ini adalah rebana. Dalam prakteknya, rebana yang digunakan terdiri dari beberapa ukuran. Jumlahnya juga tergantung dari banyaknya penari, namun pada umumnya terdiri dari 5–10 orang penari.

Para penari ini, akan menabuh rebana dengan posisi duduk melingkar. Dalam tarian tersebut, juga terdapat lantunan pantun. Bersamaan dengan hal itu, penari mengangguk-anggukkan kepala sesuai irama.

Pada awal munculnya tarian ini, hanya dilakukan oleh para pemuda saja. Para laki-laki akan duduk di beranda setelah pulang dari sawah, kemudian memainkan tarian ini. Kegiatan ini juga sebagai pelepas lelah dan untuk menghibur hati.

Pada pertengahan abad 20 Masehi, tari Rangguk Ayak ini mulai diperbolehkan dimainkan oleh perempuan. Dalam waktu yang singkat, tarian ini menjadi semakin diminati. Tarian Rangguk Ayak ini, bukan hanya milik Kerinci Cupak saja, namun milik semua masyarakat di Kabupaten Kerinci.

Nilai Budaya Tari Rangguk Ayak

Asal tari Rangguk Ayak adalah dari Suku Kerinci. Secara langsung menjadi bagian dari tarian adat dari masyarakat Kerinci, Tarian ini memiliki beberapa nilai didalamnya. Hal tersebut digambarkan dari sejarah perkembangan yang memiliki filosofi tersendiri. Adapun nilai budaya yang dimiliki antara lain:

1.     Nilai Keindahan dan Estetika

Nilai keindahan ini didapatkan dari gerakan tarian yang dibawakan oleh para penari. Ketika sedang menari, para penari akan menggerakkan kepala dengan tempo yang disesuaikan dengan irama rebana.

2.     Nilai Religi

Selain digunakan untuk menghibur hati, tarian ini juga memiliki nilai religinya. Tari Rangguk Ayak ini juga berisi tentang pujian kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. Hal tersebut sebagai wujud syukur dan taqwa yang dipersembahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Perkembangan Tari Rangguk Ayak

Perkembangan zaman yang semakin maju, memiliki pengaruh pada keberadaan tari Rangguk Ayak. Perubahan yang terjadi pada tarian ini adalah perubahan dari sisi fungsinya. Beberapa perubahan yang terjadi antara lain.

Pada mulanya, tarian ini digunakan sebagai media dakwah dan berlanjut menjadi media hiburan masyarakat Kerinci. Namun saat ini banyak digunakan sebagai tarian dalam menyambut tamu.

Prosesi tari Rangguk Ayak juga mengalami perubahan. Pada awal munculnya tarian ini, para penari akan duduk melingkar. Akan tetapi ketika penyambutan tamu, penari ini akan berbaris menganggukan kepala.

Perkembangan yang terjadi pada saat menampilkan tarian ini tidak hanya menganggukan kepala, akan tetapi juga dengan menggerakan tubuh. Terdapat pola lantai, misalnya menggerakkan tubuh selaras dengan irama pantun yang dinyanyikan.

Tarian tradisional ini juga menjadi salah satu kekayaan budaya Indonesia yang sarat akan sejarah. Secara keseluruhan, asal tari Rangguk Ayak ini dilahirkan di Jambi. Nilai yang terkandung didalamnya meliputi nilai keindahan atau estetika, serta nilai religi.

4.5 average based on 207 votes (Closed)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *