Informasi Dunia Pendidikan
Tari  

Apa Keunikan Tari Zapin dari Riau? Ini Jawabannya

Apa keunikan tari zapin dari Riau?Sebelum menjawab pertanyaan itu, perlu diketahui bahwa tari zapin termasuk dalam kategori tari Melayu. Tarian ini sangat menarik karena keunikannya dan keunikan tari zapin Riau tersebut mencakup beberapa hal.

Tari tradisional ini banyak dipengaruhi oleh budaya agama Islam. Sebab jika digali dari sejarahnya, tari zapin adalah bentuk dari akulturasi dua kebudayaan, yaitu kebudayaan Arab dan kebudayaan Melayu. Akulturasi ini terjadi karena ada banyak orang dari daerah Arab yang tinggal di Riau.

Ragam Keunikan Tari Zapin Riau

Salah satu hal yang membuat tari zapin ini begitu unik ialah tari zapin merupakan jenis tarian berkelompok pada awalnya. Akan tetapi, seiring dengan berjalannya waktu dan semakin meluasnya makna tari zapin, akhirnya tari zapin kini bisa dilakukan oleh perempuan ataupun berpasangan.

Meskipun ditarikan secara berpasangan, Tari zapin serta berbagai bentuk kreasinya masih tetap menjaga nilai serta adab sebagaimana yang ada dalam tarian ini saat pertama kali muncul. Bisa dikatakan tarian ini adalah tari yang selain sebagai hiburan juga bersifat edukatif.

Pasalnya, tari zapin juga digunakan sebagai media dakwah agama Islam dengan melalui syair lagu pengiring tari zapin yang didendangkan saat tarian ini dilakukan. Keunikan tari zapin Riau yang lainnya ialah gerak tarinya yang beragam sekalipun sebenarnya gerakan dasarnya sama.

Tarian ini biasanya ditampilkan dengan iringan musik yang berirama khas daerah Timur Tengah. Tari zapin walaupun sangat populer di Riau, tarian ini juga bisa dijumpai di beberapa daerah lain. Di antaranya Brunei Darussalam, Malaysia serta pesisir Kalimantan.

Sejarah Tari Zapin

apa keunikan tari zapin dari aceh

Kata Zapin yang menjadi nama tari asal Riau ini asalnya juga dari bahasa Arab, yakni Zafin. Zafin artinya pergerakan kaki yang cepat dengan mengikuti rentak pukulan. Jika melihat situs resmi milik Kemendikbud, diketahui bahwa tari zapin muncul pada tahun 1811.

Akan tetapi, tarian ini baru dipopulerkan tahun 1919. Tarian ini dibawa oleh pedagang yang berasal dari Gujarat yang masuk ke Kepulauan Riau. Lambat laun tarian ini menyebar hingga ke luar Riau seiring dengan berkembangnya kerajaan-kerajaan Melayu.

Kalau pada masa dulu, tari zapin hanya diperbolehkan untuk dilakukan oleh penari laki-laki. Namun untuk saat ini, makna tari zapin sudah menjadi lebih luas sehingga tidak hanya penari laki-laki saja yang boleh melakukannya.

Penyebutan tari zapin di berbagai wilayah juga berbeda-beda. Misalnya kalau di Lampung, biasa disebut dengan Badana. 

Kemudian di Bengkulu dan di Jambi, biasa disebut dengan Dana. Kemudian kalau di Kalimantan disebut Jepen, di Nusa Tenggara disebut Dani-Dani, dan di Maluku disebut Jepan.

Gerakan Tari Zapin

Baik itu penari laki-laki maupun penari perempuan, biasanya akan menampilkan ragam gerakan yang sama, dan ini menjadi salah satu keunikan tari zapin Riau seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Meskipun demikian, tetap ada perbedaan pada gerakannya.

Aneka gerakan yang ada dalam tarian ini juga berhubungan dengan kegiatan manusia dengan lingkungannya. Masing-masing gerakan itu juga memiliki makna dan beberapa diantaranya sebagai berikut.

1.     Tahto 1

Gerakan tahto 1 adalah gerakan saat awal tari zapin ditampilkan. Gerakan ini akan dilakukan sebanyak 2 kali yaitu di bagian awal serta di bagian akhir dan masing-masing bagian 8 hitungan. Makna dari gerakan ini ialah sikap menghargai dan rendah diri.

2.     Tahto 2

Gerakan tahto 2 juga dilakukan sebanyak 2 kali yaitu di bagian awal serta di bagian akhir dan dilakukan setelah tahto 1. Masing-masing bagian juga sebanyak 8 hitungan dan gerakan tahto 2 ini sebagai representasi dari sikap rendah diri.

3.     Tahto 3

Kalau tahto 3, gerakan ini akan dilakukan seusai tahto 2. Masih sama seperti sebelumnya, tahto 3 juga dilakukan dengan 8 kali hitungan. Maknanya juga sama dengan tahto 1 dan tahto 2.

4.     Bebas

Gerakan bebas merupakan gerakan yang dilakukan oleh penari di antara gerakan-gerakan yang lainnya. Gerakan bebas ini bisa dilakukan sebanyak 1 kali ataupun lebih dan untuk masing-masing bagiannya dilakukan dengan 8 hitungan.

5.     Shut

Gerakan shut akan dilakukan setelah gerakan bebas. Shut ini berupa shut maju dan shut mundur dan dilakukan sebanyak 2 kali dengan masing-masing bagiannya sebanyak 16 hitungan. Gerakan shut ini sendiri bermakna keseimbangan, sabar dan juga adil.

6.     Siku Keluang

Siku keluang adalah gerakan yang akan dilakukan setelah gerakan shut. Namun sama dengan gerakan shut, gerakan siku keluang juga akan dilakukan sebanyak 16 hitungan per bagiannya. Adapun makna dari gerakan siku keluang ialah gambaran hidup yang dinamis.

7.     Mata Angin

Gerakan mata angin akan dilakukan setelah gerakan siku keluang. Gerakan ini juga akan dilakukan hanya 1 kali oleh penari tari zapin namun dengan 16 hitungan.

8.     Titik Batang

Gerakan titik bintang umumnya dilakukan sebanyak 2 kali setelah gerakan mata angin selesai dilakukan. Gerakan titik batang bisa dilakukan dengan 2 kali maju serta mundur.

Gerakan ini dilakukan dengan 16 hitungan per 1 kali, dan di antara gerakan tersebut dipisahkan oleh gerak bebas sebanyak 1 kali. Adapun gerakan titik batang ini mempunyai makna keteguhan hati insan dalam menghadapi cobaan.

Musik Pengiring Tari Zapin

Dalam setiap penampilan tari zapin, akan ada 2 unsur yang menyertainya yaitu musik serta syair Melayu yang di dalamnya terdapat pesan moral. Kalau tari zapin yang memang murni dari Arab, alat musik yang digunakan hanya dua, yaitu gambus dan marawis.

Sedangkan kalau tari zapin Melayu, alat musik yang menyertainya cukup beragam seperti gendang, gitar, marawis, gambus, akordion, serta rebana. Iringan musik kalau dalam tari zapin ada hubungannya dengan rentak.

Rentak ini adalah irama tertentu yang menjadikan motif gerakan tertentu yang akan membangun suasana serta identitas dari tarian Melayu.

Busana Penari Tari Zapin

Selayaknya tari tradisional lainnya, penari tari zapin sebelum memulai gerakannya akan dirias terlebih dahulu, baik penari laki-laki maupun penari perempuan. 

Para penari ini akan mengenakan busana yang kalau untuk laki-laki terdiri atas bawahan seluar, bros, songket, kopiah, cekak musang, dan baju kurung.

Sementara para penari perempuan akan mengenakan kain songket, kain samping, selendang tudung manto dan baju kurung labuh. Umumnya busana yang dikenakan ini akan berwarna cerah, misalnya kuning, hijau, biru, dan merah.

Busana penari tari zapin juga pastinya mendapat pengaruh dari model Islami. Busana dengan model ini lebih menutup tubuh namun tetap mempermudah gerakan para penari, tetap memberikan nilai estetika, serta mempertegas identitas tari.

Selain mengenakan busana, penari Zapin biasanya juga akan mengenakan sejumlah aksesoris, di antaranya hiasan kembang goyang, anting, kalung, dan lain sebagainya. Secara keseluruhan, busana dan aksesoris yang digunakan ini masih mengandung nilai kesopanan.

Sebagai kesimpulannya, tari zapin merupakan salah satu tari yang sangat unik dan keunikannya tersebut mencakup banyak hal. Keunikan tari zapin Riau inilah yangmembuatnya begitu populer dan dikenal bahkan di kancah mancanegara.

4.2 average based on 184 votes (Closed)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *